Guardian of the Dafeng
Judul asli: 大奉打更人 (Dà Fèng Dǎ Gēng Rén).
Author: 卖报小郎君 (Mài Bào Xiǎo Láng Jūn).
Genre: Xuanhuan (Fantasy), Mystery, Detective, Comedy, Harem, Action
Original link: Da Feng Da Geng Ren
Source Bahasa Inggris: MyDramanovel
Translate by: JijiIsFox
Chapter 4: Saatnya Menunjukkan Kemampuan Sebenarnya
Begitu melangkah masuk ke balai dalam, Xu Qi'an langsung merasakan tiga tatapan tajam mengarah padanya.
Yang memakai jubah merah pasti Bupati Chen, dengan bordiran awan dan angsa liar. Hmm, pejabat tingkat empat…
Paman yang di dadanya memiliki bordiran gong perak itu.. Wow.. Dia dari organisasi Penjaga malam…
Wah, gadis ini cantiknya luar biasa, sangat mempesona…
Apa dia sudah menikah?
Setelah melirik dadanya, Xu Qi'an merasa jauh lebih tenang.
Dia cepat-cepat menundukkan kepala, menampilkan sikap yang sangat sopan.
Bupati Chen duduk tegak di kursinya, tanpa ekspresi, nada bicaranya penuh wibawa seperti sedang mengintrogasi kriminal:
“Xu Qi'an, ketika kau dipenjara tiga hari yang lalu, kau tidak menyebutkan memiliki informasi penting apa pun. Kau tahu akibatnya jika menyembunyikan informasi?”
Sebagai Bupati, dia sudah lama berkecimpung di dunia pemerintah. Meski dalam hati dia penasaran setengah mati, dia tidak akan langsung menanyakan intinya, melainkan memberikan tekanan psikologis terlebih dahulu.
Bisa sampai di sini berarti setengah rencananya sudah berhasil. Xu Qi'an terlihat cukup tenang: “Yang Mulia, tadi putra kedua keluarga Xu datang menjenguk Saya, dan Saya meminta berkas kasus darinya.”
Pertama, dia harus jujur.
Ketiga orang yang hadir pasti tahu tentang Xu Xinnian, bukan karena dia terkenal, melainkan sebagai putra tertua Xu Pingzhi, ketiga penyelidik utama ini tentu sudah menyelidikinya.
“Apa hubungannya dengan informasi yang kau sebutkan?” Bupati Chen bertanya.
“Saya sudah menyimpulkan kebenaran dari berkas kasus tersebut…”
“Tunggu,” Bupati Chen menyela, sedikit condong ke depan. “Dari berkas kasus?”
Ini tidak seperti yang dia harapkan.
“Saya sudah memecahkan kasusnya,” Xu Qi'an mengangguk, menunjukan bahwa memang itulah yang terjadi.
Bupati Chen menahan keinginan untuk memanggil orang untuk mengembalikan anak muda ini ke penjara, dengan ekspresi serius: “Coba ceritakan, tapi ku peringatkan, jika kau berbicara sembarangan, dua ratus cambukan bisa memisahkan daging dan tulangmu.”
“Kasus perampokan uang pajak bukanlah perbuatan makhluk gaib, melainkan ulah manusia.” jijiisfox555.blogspot.com
Satu kalimat membuat ketiganya terkejut.
Bupati Chen memukul meja, berteriak marah: “Omong kosong! Pengawal, seret dia keluar dan berikan dua ratus cambukan!”
Pencurian uang pajak sudah hampir bisa dipastikan bahwa pelakunya adalah mahluk gaib. Dan sudah disepakati ketiga pejabat yang bertanggung jawab ini.
Jika sebelumnya mereka berharap Xu Qi'an mungkin memberikan petunjuk berharga, sekarang mereka benar-benar kecewa.
Ini tidak lebih dari omong kosong seorang pemuda yang terdesak dan putus asa.
Pria paruh baya itu matanya berbinar sedikit, mengusir para pengawal Kantor pemerintahan yang bergegas masuk. “Bupati Chen, tenanglah.”
Dia memandang Xu Qi'an, matanya menyala dengan penuh selidik dan harapan: “Lanjutkan, ceritakan.”
Bupati Chen ini cukup pemarah...
Xu Qi'an tahu inilah waktunya baginya untuk unjuk gigi. "Berdasarkan kesaksian penjaga gerbang kota, paman keduaku memasuki kota pada seperempat kedua jam Mao. Pada seperempat pertama jam Chen, konvoi pengawal uang pajak tiba di Jalan Guangnan. Saat itulah angin aneh tiba-tiba berhembus, membuat kuda-kuda terkejut dan terjun ke sungai."
Ia berusaha menjaga nada bicaranya tidak merendahkan diri atau berlebihan, dan bersikap lebih tenang untuk meningkatkan daya tariknya.
Bupati Chen mengangguk: "Inilah alasan kami menyimpulkan bahwa makhluk gaib bersembunyi di sungai, menunggu kesempatan untuk merampas uang pajak."
"Tidak!" Xu Qi'an membantah keras. jijiisfox555.blogspot.com
"Angin itu hanyalah kamuflase, begitu pula dengan ledakan di sungai. Sebenarnya angin itu dibuat untuk membuat Anda mengabaikan sebuah petunjuk, satu kesalahan yang fatal."
Bupati Chen buru-buru bertanya: "Petunjuk apa?"
Pria paruh baya itu mengambil sikap mendengarkan.
Wanita muda berbaju kuning berhenti mengunyah manisan buahnya, matanya berbinar menatap Xu Qi'an dengan penuh minat.
Mereka telah mempelajari berkas kasus itu berkali-kali, mengenal setiap detail kejadian dengan baik, namun mereka tidak menyadari adanya celah apa pun.
"Paman keduaku mengawal 150.000 tael uang pajak. Bolehkah saya bertanya, para pejabat terhormat, berapa jin berat 150.000 tael perak itu?"
Wajah pria paruh baya itu menjadi kaku, sementara wanita muda berbaju kuning memiringkan kepalanya, butuh beberapa saat untuk lurus kembali.
Bupati Chen berkata dengan tidak senang: "Jika ada sesuatu untuk dikatakan, katakan saja. Jangan buat kami penasaran."
Xu Qi'an awalnya bermaksud memberikan petunjuk, membiarkan para pejabat menemukan kelemahan besar ini sendiri, tetapi tampaknya itu tidak berhasil.
Kemampuan berhitung kalian agak payah..
Xu Qi'an segera berkata: "Itu adalah 9.375 Jin."
Menurut rumus konversi massa dunia ini, satu jin sama dengan enam belas tael, jadi 150.000 tael perak adalah 9.375 jin. jijiisfox555.blogspot.com
Pria paruh baya itu sedikit mengerutkan kening, sepertinya memahami sesuatu.
Wanita muda berbaju kuning mengernyit: "Apa yang bisa dibuktikan dengan ini?"
Suaranya sejelas lonceng perak. Nyaring sekali.
Itu membuktikan kau tidak terlalu pintar!
Xu Qi'an bertanya: "Seberapa jauh dari gerbang kota ke Jalan Guangnan?"
Pria paruh baya itu menjawab: "Tiga puluh li."
"Berapa banyak pasar yang ramai dilewatinya?"
"...Empat."
"Seberapa cepat kuda berkualitas rendah bisa berjalan?"
"Kuda berkualitas rendah..." Pria paruh baya itu tiba-tiba membelalakkan mata dan berdiri mendadak.
Dia menatap dengan serius, menunjukkan ekspresi ‘Jadi begitu’ dan ‘Sekarang aku mengerti’.
Setelah tiga hari melacak dan mencari jejak makhluk gaib tanpa hasil, Penjaga Malam yang berpengalaman ini sudah menyadari bahwa mereka mungkin menuju ke arah yang salah.
Tetapi tanpa alur pemikiran yang jelas, dia tidak memikirkannya lagi setelah berhenti berpikir sebelumnya.
Kepala Bupati Chen terasa berdenyut-denyut, karena ia masih belum menemukan apa masalahnya, membuatnya sebagai seorang bupati tampak sangat tidak bijaksana.
Bupati Chen melirik gadis berbaju kuning itu, perasaannya sedikit membaik.
Wanita muda berbaju kuning itu bertanya dengan putus asa: "Di mana masalahnya?"
Pria paruh baya itu berkata dengan antusias: "Waktunya, waktunya tidak tepat.”
"Jalan Guangnan jaraknya tiga puluh li dari Gerbang Kota Selatan. Dengan kecepatan kuda berkualitas rendah dan melewati empat pasar ramai sepanjang jalan, memasuki kota pada seperempat kedua jam Mao, mustahil untuk mencapai Jalan Guangnan pada seperempat pertama jam Chen."
Dia telah dipengaruhi oleh kesalahpahaman, mempercayai makhluk gaib telah mencuri perak pajak. Setelah analisis yang dilakukan Xu Qi'an secara bertahap, dia segera memahami masalahnya.
"Tapi uang pajak itu benar-benar tiba di Jalan Guangnan pada jam Chen. Banyak warga sipil menyaksikan kuda-kuda terjun ke sungai pada waktu itu. Itu tidak mungkin palsu," kata wanita muda berbaju kuning itu dengan lantang. jijiisfox555.blogspot.com
Bupati Chen mengangguk dengan cepat, dia setuju: "Bagaimana kau menjelaskan ini?"
Ini_
Pria paruh baya itu terkejut, secara refleks melihat ke arah Xu Qi'an.
"Karena yang mereka bawa bukanlah perak sungguhan," kata Xu Qi'an dengan tegas.
"Konyol!" Bupati Chen membantah. "Tidak perlu membahas apakah mereka ini orang-orang yang ceroboh atau bodoh sampai tidak bisa membedakan perak asli dan palsu. Berkas kasus ini termasuk pernyataan dari warga sipil yang hadir di tempat kejadian, yang menyatakan bahwa ketika kuda-kuda itu terjun ke sungai, perak berkilauan saat jatuh ke dalam air."
Dia menggoyangkan file kasus di tangannya: "Apakah ini juga palsu?"
"Melihat tidak selalu percaya... Saya bersedia secara pribadi mendemonstrasikan untuk anda," pandangannya jatuh ke meja. "Bolehkah saya meminjam beberapa kertas dan kuas?"
Bupati Chen melambaikan tangannya, menandakan dia boleh melakukanya.
Xu Qi'an, menyeret rantainya, datang ke meja, mencampur air dengan tinta yang dioleskan di atas kertas, dan mulai menulis dengan tidak rapi.
"Yang Mulia, tolong siapkan item yang tercantum di atas kertas sesuai permintaan ku ini," katanya, memberikan kertas kepada Bupati Chen ketika dia selesai menulis.
Bupati Chen mengambil kertas dan meliriknya, dia benar-benar bingung.
"Biar ku lihat," wanita muda berbaju kuning itu datang untuk bergabung, mengulurkan tangan putihnya yang halus untuk mengambil kertas.
Kemudian dia pun sama bingungnya.
"..." Pria paruh baya Li Yuchun melirik kertas itu, wajahnya tetap tanpa ekspresi, diam diam merapikan sudut kertas yang terlipat sebelum menyerahkannya kepada Bupati Chen.
Guardian Of The Dafengs Volume 1 : 269 Chapter
Komentar
Posting Komentar