Guardian of the Dafeng
Judul asli: 大奉打更人 (Dà Fèng Dǎ Gēng Rén).
Author: 卖报小郎君 (Mài Bào Xiǎo Láng Jūn).
Genre: Xuanhuan (Fantasy), Mystery, Detective, Comedy, Harem, Action
Original link: Da Feng Da Geng Ren
Source Bahasa Inggris: MyDramanovel
Translate by: JijiIsFox
----------
Chapter 2: Ulah Makhluk Gaib
Xu Xinnian mengerutkan kening " Untuk apa kau menginginkan nya?"
Aku ingin menyelidiki kasusnya...
Xu Qi'an berbisik pelan, "Aku ingin tahu detail kejadian itu. Jika harus mati, aku ingin mati dengan penjelasan yang jelas. Jika tidak, arwahku tidak akan beristirahat dengan tenang."
Xu Qi'an memilih kata-katanya dengan hati-hati, karena tahu bahwa jika langsung mengatakan ingin memecahkan kasusnya, Xu Xinnian pasti akan mengira dia sudah gila. Bagaimanapun juga, Xu Qi'an yang asli selalu keras kepala dan pantang menyerah.
Xu Xinnian berpikir sejenak sebelum berkata, "Aku sudah mempelajari berkas kasusnya. Aku bisa menjelaskanya padamu..."
Dalam beberapa hari terakhir, Xu Xinnian sibuk mengurus urusan keluarga Xu. Kasus ini terlalu rumit, dan tidak ada yang berani membantu. Dia merasa putus asa, lalu mengubah strateginya, mencoba memecahkan masalah dengan cara menemukan kembali uang pajak.
Dengan memanfaatkan koneksi keluarga, relasi dari akademi, dan sedikit uang suap. Xu Xinnian telah menyuap seorang pejabat di Kantor Kepolisian Ibu Kota untuk menyalin berkas kasus untuknya.
Namun, karena tidak memiliki pengalaman dalam penilaian kasus kriminal atau penyelidikan, ia menyerah dengan rasa frustrasi.
Xu Qi'an mengangkat tangan untuk menyela, "Tulis saja. Tidak akan ada gunanya kau ceritakan padaku."
Semua detail kasus ada dalam teks, butuh pertimbangan dan analisis yang cermat. Jika dia harus membagi perhatian untuk mendengarkan, otaknya tidak akan bisa berpikir dan menganalisis dengan tenang.
Kemampuan penalaran logis Xu Qi'an selalu unggul di kehidupan sebelumnya, menjadikan dirinya murid terbaik di angkatannya.
Dulu, Xu Xinnian tidak akan mempedulikannya, tapi karena ini mungkin pertemuan terakhir mereka, ia pun menyetujui permintaan terakhir saudaranya dan berkata pelan, “Tunggu sebentar.”
Dia bergegas pergi, langkah kakinya menghilang di koridor.
Xu Qi'an duduk, bersandar pada besi pembatas, hatinya campur aduk antara kecemasan dan kerumitan. Dia tidak yakin bisa mengubah situasi, tetapi keinginan untuk memecahkan kasus itu nyata, begitu juga dengan ketidakrelaan untuk menerima kekalahan.
Ini adalah satu-satunya metode penyelamatan diri yang bisa dia pikirkan, dan dia setidaknya harus mencoba, berjuang sampai titik akhir.
Dalam investigasi kriminal modern. Investigasi TKP, pengawasan, dan otopsi adalah tiga komponen yang sangat penting. Kasus hilangnya uang pajak tidak melibatkan kematian, di zaman dulu tidak ada sistem pengawasan, dan dia terjebak di penjara, sehingga tidak dapat mengakses satu pun dari tiga elemen ini.
Untungnya, berkas kasus tersebut sebagian besar dapat merekonstruksi lokasi kejahatan.
Sambil mencerna ingatan pemilik tubuh aslinya, dia memaksakan diri untuk menghilangkan semua emosi negatif. Hanya pikiran yang tenang yang dapat menjaga kejernihan berpikir dan menyelesaikan penalaran yang sempurna.
"Hidup atau mati, semuanya tergantung bagaimana nanti.." gumamnya.
Setelah setengah batang dupa¹ terbakar, Xu Xinnian buru-buru kembali, menyerahkan beberapa lembar kertas dengan tinta yang masih basah.
"Waktunya habis, aku harus pergi," Xu Xinnian ragu-ragu sebelum menambahkan, "Jaga dirimu baik-baik."
Xu Qi'An tidak menanggapi, perhatiannya sudah terfokus pada tulisan di kertas itu.
Karena keterbatasan waktu, huruf-hurufnya ditulis dengan tulisan sambung. Jika seandainya Xu Qi'An tidak pernah sekolah selama beberapa tahun, pasti dia tidak akan bisa membaca tulisan-tulisan ini.
“Belajar memang sangat berguna. Jika Xu Qi'An yang asli buta huruf… selesai sudah,” gumam Xu Qi'An mengejek diri sendiri.
Rincian kasus hilangnya uang pajak adalah sebagai berikut:
[Tiga hari yang lalu, pada seperempat kedua jam Mao² (sekitar pukul 6:30 pagi), Xu Pingzhi mengawal sejumlah uang pajak menuju ibu kota. Pada seperempat pertama jam Chen³, saat mereka tiba di Jalan Guangnan dan baru saja menyeberangi jembatan, tiba-tiba angin aneh bertiup, membuat kuda-kuda terkejut, dan terjun ke sungai di sisi jalan.
Beberapa saat kemudian, terdengar ledakan yang sangat besar,dan air sungai menyembur setinggi enam zhang⁴, dengan gelombang keruh yang bergejolak.
Para prajurit yang bertugas mengawal uang pajak langsung terjun ke sungai untuk mencari perak itu, namun hanya berhasil menemukan 1.215 tael. Sisanya hilang tanpa jejak…]
Selain rincian kejadian, ada juga kesaksian dari orang-orang yang lewat dan prajurit pengawal yang dikumpulkan oleh Opsir Ibu Kota.
Diantara beberapa kesaksian, Xu Qi'An melihat sebuah kalimat yang disorot dengan sinabar⁵ merah: Ulah makhluk gaib!
"Ulah makhluk gaib?!" Pupil Xu Qi'An menyempit, pikiranya langsung kosong.
_______
namablog.blogspot.comPrefektur Ibu Kota, balai belakang
Setelah tiga hari berturut-turut sibuk mengurus berbagai urusan, tiga petinggi yang bertanggung jawab atas kasus hilangnya uang pajak berkumpul.
Bupati Chen Hanguang dari Wilayah Ibu Kota, memegang cangkir teh porselen bermotif putih dan biru, mengetuk ringan pinggiran cangkir dengan tutupnya, ekspresinya serius.
Pejabat tingkat keempat ini, mengenakan jubah merah bersulam awan dan angsa liar, menghela napas pelan: “Kita masih punya waktu dua hari lagi. Yang Mulia Kaisar memerintahkan kita untuk mencari uang pajak sebelum eksekusi Xu Pingzhi, kita harus bergegas."
Dua individu yang dimaksud Bupati Chen adalah seorang pria paruh baya yang mengenakan seragam hitam dengan jubah gelap, hidungnya mancung, rongga mata agak cekung, dan pupil berwarna coklat muda. Menunjukkan ia berdarah campuran, keturunan suku di selatan.
Yang satunya adalah seorang gadis yang mengenakan gaun kuning, dengan fitur yang indah seperti lukisan, kulitnya putih dan sehalus sutra, dan mata yang penuh semangat. Dia memegang sebatang tebu, dengan kantong kulit rusa kecil dan kompas feng shui Delapan Diagram tergantung di pinggangnya. Di bawah roknya sepasang sepatu bot kecil bersulam pola awan, berayun lembut.
Keduanya membantu dalam penyelidikan kasus. Pria paruh baya itu bernama Li Yuchun, dari organisasi yang sangat ditakuti oleh pejabat Da Feng: Penjaga Malam.
Organisasi ‘Penjaga Malam’ terlibat dalam penyelidikan, penangkapan, interogasi, dan kegiatan lainnya. Mereka juga berpartisipasi dalam mengumpulkan intelijen militer dan ‘membujuk’ jenderal musuh untuk membelot.
Mereka tidak termasuk dalam enam kementerian atau sistem militer.
Itu adalah organisasi intelijen keluarga kerajaan, dan juga guillotine yang menggantung di atas kepala semua pejabat.
Semua pejabat di Da Feng pernah mendengar pepatah: Jangan lakukan hal yang buruk di siang hari, Maka kau tidak akan takut pada Penjaga Malam di malam hari.
Wanita muda berpakaian kuning itu berasal dari Biro Astronomi, dia memegang posisi yang tidak biasa sebagai murid dari Kepala Astronomi.
Lelaki paruh baya dengan hiasan gong perak di dada melirik pada sampah tebu yang berserakan di bawah kaki wanita muda berbaju kuning. Dia sedikit mengerutkan kening, lalu dengan putaran telapak tangannya, aliran udara bergulung, mengumpulkan ampas tebu itu di satu tempat.
Lelaki setengah baya itu mengangguk ringan, menunjukkan kepuasan sesaat.
Kemudian, dengan ekspresi serius, dia menjawab Bupati Chen: "Kasus ini diselimuti misteri, cukup aneh. Mungkin kita salah arah."
"Apa yang membuat Tuan Li berkata begitu?" Bupati Chen mengerutkan kening. Analisis kasus sejauh ini telah menunjukan bahwa makhluk gaib berada di balik pencurian uang pajak.
"Kita tidak punya banyak waktu lagi. Yang harus kita lakukan sekarang adalah dengan cepat menangkap makhluk gaib itu, bukan memikirkan teori-teori rumit ini," kata Bupati Chen.
Dalam beberapa tahun terakhir, dengan kas negara kosong dan kelaparan yang sering terjadi di berbagai daerah, 150.000 tael uang pajak setara dengan pendapatan pajak setahun untuk sebuah kabupaten biasa.
Kemarahan sang Kaisar sangat dapat dimengerti. Dia sudah kekurangan uang, dan sekarang ada masalah ini - itu cukup untuk membuat orang gila.
namablog.blogspot.comBupati Chen dengan tekun menangani kasus ini, dan beban di pundaknya telah membuatnya sulit makan dan tidur dengan nyenyak belakangan ini.
Lelaki setengah baya itu menggelengkan kepala, tidak berdebat, malah bertanya, "Ada informasi baru dari Xu Pingzhi?"
Bupati Chen menggelengkan kepala: "Dia hanya seorang penjahat, hanya mampu terus mengaku tidak bersalah. Dia bahkan tidak tahu bagaimana pajak perak itu hilang."
Wanita muda berbaju kuning itu berkata dengan tenang, "Aku sudah mengamati 'qi'-nya. Dia tidak berbohong."
Li Yuchun dan Bupati Chen mengangguk, tidak melanjutkan pembicaraan tentang orang ini. Sebagai tersangka utama, Xu Pingzhi pastinya menjadi yang pertama menjalani penyelidikan dan interogasi. Hubungan interpersonal dan kondisi keuangannya telah diperiksa secara menyeluruh. Digabungkan dengan teknik pengamatan qi Biro Astronomi, dia sekarang telah dibebaskan dari kecurigaan.
Tentu saja, dengan hilangnya uang pajak perak, Xu Pingzhi bersalah karena lalai dalam tugas dan tidak bisa lolos dari hukuman mati.
Lelaki setengah baya dan Bupati Chen menunjukan ekspresi serius, suasana hati mereka buruk.
Hanya wanita muda berbaju kuning, yang paling santai, dengan riang mengunyah batang tebu.
Pada saat ini, langkah kaki terdengar, dan seorang pesuruh pemerintah buru-buru masuk. Tangan kanannya memegang Batang tebu kecil, sementara tangan kirinya membawa kantong kertas berminyak berisi bakpao daging yang masih mengepul.
pesuruh itu awalnya menawarkan Batang tebu.
Wanita muda berbaju kuning tidak mengambilnya, matanya berbinar-binar melirik bakpao daging.
Pesuruh menyadari situasinya, mengubah urutan. Wanita muda itu dengan senang hati mulai mengunyah bakpao daging sebelum mengambil Batang tebu. Dia mengeluarkan selembar kertas, membukanya, dan membaca:
"Orang-orangku mengatakan bahwa dalam dua puluh li sepanjang jalan, tidak ada qi spiritual yang terdeteksi di sungai, dan tidak ada jejak di tepian."
Bang!
Suasana mencekam akhirnya meledak. Bupati Chen dengan marah memukul meja, wajahnya gelap dengan kemarahan: "Mana mungkin 150.000 tael perak bisa hilang begitu saja? Perak-perak itu pasti berada di satu titik. Sudah tiga hari, dan kita bahkan belum menemukan jejak pelakunya.”
"Sial! Makhluk gaib apa yang berani mengambil uang pajak Da Feng? Pejabat ini akan memastikan kehancurannya!"
Jika uang pajak tidak dapat ditemukan, dia yang harus menanggung kesalahan. Kaisar tidak akan peduli apakah dia bersalah atau tidak—duduk di posisi ini berarti bertanggung jawab.
Begitulah cara kerja birokrasi. Butuh usaha besar untuk naik, tetapi jatuh sangat mudah.
Laki-laki paruh baya, Li Yuchun, mengeluarkan napas panjang dan melanjutkan topik sebelumnya: "Mungkinkah penyelidikan kita menuju arah yang salah? Mungkin bukan ulah makhluk gaib."
Bupati Chen menatapnya, menarik napas dalam-dalam untuk menekan kekesalannya: "Jika bukan makhluk gaib, dari mana asalnya angin aneh itu? Bagaimana perak itu menghilang begitu saja setelah masuk ke sungai? Bagaimana air bisa meluap setinggi beberapa Zhang, dan meretakan kedua tepian sungai?"
Catatan:
Setengah batang dupa: ± 15 menit.
Jam Mao (卯时 - mǎo shí) adalah salah satu periode waktu dalam sistem 12 Shichen (时辰) yang digunakan dalam tradisi Tiongkok kuno. Setiap shichen setara dengan 2 jam dalam waktu modern.
Detail Jam Mao:
· Lambang: Kelinci (地支 ke-4 dalam zodiak Tiongkok).
Konversi ke Waktu Modern:
· Awal Jam Mao: 05.00 pagi.
· Akhir Jam Mao: 07.00 pagi.
· Kuartal pertama jam Mao (卯初 - mǎo chū): 05.00-06.00.
· Kuartal kedua jam Mao (卯正 - mǎo zhèng): 06.00-07.00.
Jam Chen :
Jam Chen (辰时 - chén shí) adalah salah satu periode waktu dalam sistem 12 Shichen (时辰) tradisional Tiongkok yang digunakan untuk tu sulfida, HgS).
namablog.blogspot.comGuardian Of The Dafengs Volume 1 : 269 Chapter
Komentar
Posting Komentar